Yayasan LPYP Terpadu Latahzan
Pondok Pesantren Ibnu Umar

ponpesibnuumar@gmail.com

Tampil di PKKM 2026, Kepala MA Nusantara Paparkan Keunggulan Madrasah di Hadapan Kepala Madrasah Pacitan

PACITAN — Kepala Madrasah Aliyah (MA) Nusantara, Hidayat Syarif, memaparkan sejumlah program dan keunggulan madrasah dalam Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di MA Nurul Huda, Pondok Pesantren Nurul Huda, Sentono Kembar, Tulakan, Pacitan, Rabu (23/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Hidayat menyampaikan perkembangan dan berbagai program MA Nusantara di hadapan tim penilai serta kepala madrasah se-Kabupaten Pacitan. Paparan tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi terhadap pengelolaan madrasah sekaligus ruang berbagi pengalaman antarlembaga pendidikan.

Foto: Hidayat Syarif. dalam Pemaparan Program. PKKM 2026

Hidayat mengatakan, PKKM menjadi momentum bagi madrasah untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang telah dijalankan.

“PKKM ini menjadi momentum bagi kami untuk melakukan evaluasi sekaligus menunjukkan berbagai program yang sudah berjalan di MA Nusantara. Kami ingin terus melakukan perbaikan agar madrasah semakin berkembang dan mampu memberikan layanan pendidikan yang baik bagi peserta didik,” ujar Hidayat.

beliau juga memaparkan sejumlah keunggulan MA Nusantara, baik dalam pengembangan program pendidikan, pembinaan peserta didik maupun penguatan tata kelola madrasah.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pacitan, Bambang Hadi Suprapto, S.Ag., M.M., menegaskan bahwa PKKM bukan sekadar agenda administratif. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi terhadap kinerja kepala madrasah sekaligus melihat tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan di tengah perkembangan teknologi.

“PKKM yang dilaksanakan empat tahun sekali ini menjadi refleksi terhadap kinerja, apa yang sudah dilaksanakan, sekaligus melihat tantangan yang dihadapi madrasah di era digitalisasi,” ujar Bambang.

Beliau menilai perkembangan teknologi membawa perubahan dalam dunia pendidikan yang perlu direspons oleh madrasah. Karena itu, evaluasi kinerja kepala madrasah diharapkan tidak berhenti pada pencapaian program, tetapi juga mampu membaca kebutuhan dan tantangan pendidikan ke depan.

“Madrasah harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk dalam menghadapi era digitalisasi. Karena itu, evaluasi seperti PKKM menjadi penting untuk melihat kesiapan dan langkah pengembangan madrasah selanjutnya,” lanjutnya.

Kegiatan PKKM 2026 tersebut dihadiri Bambang Hadi Suprapto, S.Ag., M.M., bersama para kepala madrasah se-Kabupaten Pacitan.

Selain menjadi forum penilaian, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bertukar pengalaman mengenai pengelolaan lembaga, inovasi pendidikan, serta strategi peningkatan mutu madrasah.

Bagi MA Nusantara, keikutsertaan dalam PKKM 2026 menjadi bagian dari proses evaluasi sekaligus upaya memperkuat tata kelola madrasah. Hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi pijakan untuk mempertahankan program yang telah berjalan sekaligus melakukan pembenahan terhadap aspek yang masih perlu dikembangkan.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

YAYASAN LPYP TERPADU LATAHZAN PONDOK PESANTREN IBNU UMAR

Membangun Generasi Rabbani, Berilmu, Berakhlak Mulia dan Peduli Sesama

KONTAK KAMI

LOKASI KAMI

2026 Yayasan LPYP Terpadu Latahzan | Pondok Pesantren Ibnu Umar. All rights reserved.