PESANTREN IBNU UMAR BEKALI SANTRI JADI PEMIMPIN BERKARAKTER NABI
PACITAN — Menjadi pemimpin tidak cukup hanya dengan memiliki kemampuan berbicara dan mengambil keputusan. Karakter, kejujuran, tanggung jawab, serta kecerdasan juga menjadi fondasi penting. Nilai-nilai tersebut menjadi perhatian Pondok Pesantren Ibnu Umar dalam membekali para santri melalui seminar leadership yang digelar Jumat (18/9/2026).
Seminar yang berlangsung di halaman Pondok Pesantren Ibnu Umar itu merupakan hasil kolaborasi antara Pondok Pesantren Ibnu Umar dengan Atiek Pillo, Omah Potret, BahasCuan.com, dan Arindhi Global Solusindo.
Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan soft skill para santri, khususnya dalam kepemimpinan. Pembekalan ini dinilai penting agar santri tidak hanya memiliki bekal keagamaan, tetapi juga mempunyai kemampuan interpersonal yang dibutuhkan ketika terjun ke masyarakat maupun menghadapi dunia masa depan.
Pihak Atiek Pillo mengatakan, seminar tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan bekal kepemimpinan kepada santri sejak berada di lingkungan pesantren.
“Tujuannya untuk membekali santri perihal soft skill kepemimpinan sebagai upaya membekali diri di masa depan yang lebih gemilang,” ujar pihak Atiek Pillo.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Umar, KH. Rofik Fauzi, menekankan bahwa kepemimpinan yang ingin dibangun di lingkungan pesantren tidak sebatas kemampuan mengelola organisasi atau memimpin orang lain. Lebih dari itu, kepemimpinan harus berangkat dari akhlak.
Beliau menyebut empat sifat Nabi Muhammad SAW sebagai nilai utama yang perlu menjadi landasan seorang pemimpin, yakni Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah.
“Ini sebagai ikhtiar untuk mempersiapkan pemimpin yang sesuai dengan akhlak Nabi, yaitu mempunyai sifat Shiddiq (jujur), Amanah (terpercaya), Tabligh (menyampaikan kebenaran), dan Fathanah (cerdas),” kata KH. Rofik Fauzi.
Seminar tersebut menghadirkan Kusuma Hadi Purnawan, Founder BahasCuan.com, sebagai pemateri. Para santri mendapatkan pembekalan mengenai kepemimpinan serta pentingnya membangun kemampuan diri sebagai bagian dari persiapan menghadapi masa depan.
Bagi pesantren, pengembangan soft skill menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan santri. Kemampuan tersebut diharapkan dapat melengkapi nilai-nilai keagamaan dan akhlak yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan berjalan lancar hingga akhir acara. Setelah seminar, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah yang diikuti santri, pengasuh, dan pengurus Pondok Pesantren Ibnu Umar.Melalui kegiatan tersebut, Pondok Pesantren Ibnu Umar berupaya menjadikan pesantren bukan hanya sebagai ruang pembelajaran ilmu agama, tetapi juga sebagai tempat tumbuhnya generasi yang memiliki karakter, keterampilan, dan kesiapan untuk mengambil peran di tengah masyarakat.
