KEUTAMAAN BERSABAR DALAM MENGHADAPI COBAAN
Kehidupan di dunia adalah tempat di mana manusia akan merasakan berbagai ujian hidup. Adakalanya Allah SWT menguji kita dengan kesempitan, kehilangan, bahkan rasa sakit yang membuat dada terasa sesak. Namun, dibalik sesaknya ujian, Islam mengajarkan satu cara untuk menjadikan kita tidak menyerah, yaitu sabar.
Sabar secara bahasa adalah menahan diri (al-habsu) dan mencegah. Dalam Islam kata sabar tidak hanya sekedar mencegah melainkan menahan diri dari keluh kesah, mengendalikan hawa nafsu, serta tabah dalam menghadapi cobaan.
Menurut Imam Al-Ghazali, kata sabar dan berbagai kata turunannya disebutkan lebih dari tujuh puluh tempat dalam Al-Qur’an. Di antaranya adalah firman Allah Ta ’ala:
وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُونَ (النحل: ٩٦)
Artinya: … Dan Kami pasti akan memberi balasan kepada orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl: 96).
سَلَـٰمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَىٰ الدَّارِ (الرعد: ٢٤)
Artinya: Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu. Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu. (QS Ar-Ra’d: 24).
Dari firman Allah di atas, Ada beberapa hikmah-hikmah bersabar diantaranya.
1.sabar dapat menghapus dosa.
Kesabaran dapat melebur dosa-dosa kaum muslimin. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menggambarkan terkait manfaat dari sifat sabar.
“Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan, sakit, kecemasan, kesedihan, marabahaya dan juga kesusahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan hal tersebut.” (HR Bukhari)
2.Mendapat balasan pahala yang lebih baik.
Seseorang yang bersabar juga akan mendapat balasan lebih baik dari amal-amal yang telah diperbuat. Sebagaimana Allah SWT berfirman,
مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللّٰهِ بَاقٍۗ وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِيْنَ صَبَرُوْٓا اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Artinya: “Apa yang ada di sisimu akan lenyap dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Kami pasti akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS An Nahl: 96).
3.Dijaga oleh Allah swt.
Manfaat dari sifat sabar lainnya ialah dijaga oleh Allah SWT, sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits riwayat Bukhari,
“Barang siapa yang berusaha menjaga diri, maka Allah menjaganya, barang siapa yang berusaha merasa cukup, maka Allah mencukupinya. Barang siapa yang berusaha bersabar, maka Allah akan menjadikannya bisa bersabar dan tidak ada seorang pun yang dianugerahi sesuatu yang melebihi kesabaran.” (HR Bukhari)
Sebagai penutup, mari kita renungkan bersama bahwa sabar bukanlah sekadar kemampuan menahan diri saat diterpa ujian, melainkan kunci pembuka pintu pertolongan Allah. Setiap deraian air mata, rasa lelah, dan kesempitan dada yang kita lewati dengan penuh keridhoan, kelak akan menjadi saksi keimanan yang menghapuskan dosa-dosa kita.
Ingatlah janji Allah dalam firman-Nya:
“Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menganugerahkan kita kelapangan hati, melembutkan jiwa kita saat diuji, serta menggolongkan kita ke dalam barisan hamba-hamba-Nya yang bersabar dan bersyukur.
